CORONA DAN SEGUDANG KISAH TRAGISNYA MELAWAN GERAKAN SOSIAL RAKYAT
CORONA
DAN SEGUDANG KISAH TRAGISNYA MELAWAN GERAKAN SOSIAL RAKYAT
Virus Corona atau COVID-19
(Corona Virus Disease 2019) yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan,
China pada akhir tahun 2019. Virus menyerang sangat cepat dan menyerang hingga
213 Negara termasuk di Indonesia tentunya.Yang terhitung hanya dalam waktu beberapa
bulan dan pada hari ini tanggal 30 april 2020 telah terkonfrmasi jumlah kasus
positif akibat amukan virus ini yaitu 3.024.059 kasus diseluruh dunia dan telah
memakan jumlah korban jiwa yaitu 208.112 jiwa diseluruh dunia. Tentunya, mari
kita bersama – sama berharap dan mendoakan agar virus ini tidak memakan korban
jiwa lagi.
Yang menjadi tanda Tanya
besar apa sebenarnya pengaruh utama hingga penyebaran yang sangat cepat ini
terjadi diseluruh dunia? Berbagai teori konspirasi pun muncul diberbagai media
sosial. Hingga banyak yang mengaikatkan dengan kelompok elite dunia yaitu
Illuminati hingga yayasan bill dan Melinda gates mengenai merebaknya virus ini
diseluruh dunia. Dalam teori tersebut menduga
bahwa virus wabah saat ini sengaja direkayasa untuk menarik dana demi
pengembangan vaksin. "Dan berapa banyak dana yang telah digelontorkan
Yayasan Gates untuk program vaksin selama bertahun-tahun? Apakah pemunculan
penyakit ini sudah direncanakan? Apakah media digunakan untuk menghasut
ketakutan di masyarakat?" demikian isi pernyataan salah satu akun teori
konspirasi tersebut yang hingga ssat ini masih menjadi tanda Tanya besar apa
sebab kemunculan virus ini.
Di
Indonesia saat sendiri kasus pertama kemunculan virus ini diumumkan oleh
presiden jokowi pada tanggal 2 maret 2020 yang dimana virus ini menyerang 2
orang warga depok yang telah melakukan kontak dengan salah seorang warga
jepang. Masyarakat Indonesia sendiri pada awal kemunculan virus ini di wuhan
sering membuat meme lucu tentang virus ini. Hingga pada saat telah ada warga
terkonfirmasi masyarakat Indonesia masih menganggap remeh virus ini. Namun,
apakah pemerintah pun menganggap remeh virus ini? Turunnya harga tiket pesawat
diseluruh maskapai penerbangan saat itu menjadi pertanyaan dan kekesalan
sebagian masyarakat Indonesia. Salah seorang Ekonom Senior
Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan
mengatakan"Kita harus lihat dalam konteks penanganan kita ke kasus ini
agak lambat karena ada sedikit wasting time dalam jangka saktu 1,5
bulan sampai 2 bulan ketika kasus ini telah muncul di China, kita belum ada
tindakan preventif." Ia pun menambahkan pada awal kemunculan covid-19 ini
hal yang paling wajib dilakukan yakni melakukan lockdown wilayah dari Negara yang
terkontaminasi virus. Namun, nasi telah menjadi bubur hingga pada saat ini
jumlah kasus terkonfirmas positif corona di Indonesia telah berjumlah 9.771
kasus dan merenggut 784 jiwa. Meskipun saat ini berbagai wilayah yang telah
terdeteksi menjadi zona merah pun telah diperintahkan untuk melakukan PSBB atau
pembatasan sosial berskala besar. Hal ini cukup efektif mengingat jumlah korban
sembuh akibat covid-19 ini telah berjumlah 1.391 jiwa dan penurunan grafik
jumlah kasus positif covid-19.
Merebaknya kasus virus
corona atau lebih tepatnya covid-19 di Indonesia menjadi wadah bagi para kaum
influencer yang ada di Indonesia untuk menunjukkan tajinya. Berbagai cara para
pejabat Negara, artis, hingga perawat melakukan gerakan sosial untuk mengajak
masyarakat Indonesia melakukan hal yang sama. Mulai dari beredarnya video
melalui via tiktok untuk melakukan cara cuci tangan yang benar yang dilakukan
oleh para perawat. Hingga, sampai saat ini pembagian sembako, hand sanitizer,
sabun cuci tangan, masker dan yang lainnya terus dilakukan termasuk sekarang
perubahan anggaran APBDes menjadi BLT- Dana Desa yang terhitung berlaku April
2020. Jumlah BLT- Dana Desa ini yaitu Rp. 600.000 per keluarga. Yang menjadi
beban pemerintah saat ini mampukah BLT ini tersebar merata keseluruh masyarakat
atau justru panitia BLT atau lebih tepatnya pemerintah setempat sajalah yang
mendapatkan bantuan ini atau hanya kaum disekitarnya saja? Ini menjadi Tanya besar
saat ini yang membutuhkan jawaban melalui tindakan dan bantuan dari masyarakat
sekitar untuk melapor jika ada kepala keluarga
yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Perlu diperhatikan pula
berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Desa, misalnya karang taruna. Saya rasa
peran organisasi kepemudaan dalam hal ini sangat diperlukan untuk membantu
pembagian dan mengawal pembagian ini agar tepat sasaran dan meminimalisir
terjadinya kesalahan.
Seperti halnya video
yang baru baru ini viral di berbagai media sosial yang menunjukan puluhan
kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia
(APDESI) Kabupaten sukabumi melakukan aksi menolak distribusi paket bantuan sosial (bansos) dari
Pemprov Jabar berkaitan penanganan dampak Corona atau COVID-19. "Seluruh
kades se-Kabupaten Sukabumi sepakat menunda terlebih dahulu bantuan provinsi
Jawa Barat itu sampai batas waktu tidak ditentukan. Kami tidak menginginkan ada
gejolak di masyarakat ketika data itu tidak sesuai dan tepat sasaran,"
kata Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi Deden Deni Wahyu. Setelah diklarifikasi
ternyata ini berasal dari kesalahan penginputan data yang dimana pada data
tersebut muncul dua nama perangkat Desa yang tentunya dapat memunculkan gejolak
yang berakibat pada kepala desa yang disalahkan dalam hal itu. Sebenarnya hal
ini atau peraturan perubahan Anggaran APBDes menjadi BLT- Dana desa ini sudah
sangat baik dikeluarkan oleh pemerintah. Namun yang menjadi polemic hingga saat
ini termasuk yang ada di benak saya, cukupkah jumlah uang yang diberikan
pemerintah ini? mengingat begitu banyaknya bantuan sosial berupa oleh para
influencer di Indonesia yang sudah tidak perlu lagi disebutkan nominalnya. Lantas
tepat sasarankah peredaran uang bantuan sosial tersebut. Namun, ketika otak
saya masih mempertanyakan berbagai hal muncul sebuah bacaan artikel dihandphone
saya yang menulis pimpinan DPRD Kabupaten Dairi memiliki 3 mobil baru SUV yang
1 buahnya seharga 2 miliar. Ini sangat memprihatinkan, di saat perdana menteri Malaysia
dan seluruh menterinya memotong gaji 10 persen demi menanggulangi wabah
covid-19 ini justru hal yang sebaliknya terjadi di Indonesia tepatnya Kabupaten
Dairi, Sumatera Utara. Saya tidak membandingkan negaraku tercinta ini dengan Negara
lain. Namun, perlukah mobil dinas itu direalisasikan untuk dibeli meskipun
katanya telah dirancang sejak 2019, namun kehadirannya ditahun 2020 menjadi polemik
besar karena harga yang fantastis dan tak masuk akal dan di waktu yang sangat
tidak tepat.
Namun, sejalan dengan berbagai hal yang saya
sampaikan marilah kita bersama – sama mendoakan agar wabah ini cepat berakhir. Bukan
hanya di Indonesia, tapi diseluruh dunia. Saya pun mengajak bagi para pembaca
untuk tetap terus mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap #dirumahsaja hingga
wabah virus ini berakhir. Jika tak bisa melakukan tindakan sosial diluar
marilah kita membuat karya berupa tulisan agar memberi pengatahuan dan
bermanfaat bagi sesama.
Komentar
Posting Komentar